Rabu, 23 Januari 2013

Kebenaran Mutlak, Kebenaran Relatif, dan Kebenaran Virtual (sebuah renungan)

Kebenaran mutlak adalah kebenaran yang hakiki dan sejati, sesuatu yang dapat melihat dan menyatakan keseluruhan realitas secara objektif, apa adanya. Kebenaran mutlak ini harus hanya ada satu saja dan merupakan suatu acuan atau standar bagi apa yang disebut dengan kebenaran relatif. Kebenaran mutlak itu mempunyai sifat universal ( berlaku bagi semua orang, tidak ada perkecualian ), kekal ( lintas waktu dan ruang, tidak berubah-ubah, tidak berganti ), integral (tidak ada konflik di dalamnya ) dan tanpa salah ( bermoral tinggi, suci ). Manusia jelas bukan kebenaran mutlak, karena ia tidak memenuhi syarat-syaratnya. Manusia bukan kebenaran mutlak karena ia makhluk ciptaan yang terbatas, bersifat subjektif dan dikuasai oleh ruang dan waktu. Bersifat subjektif artinya terhadap objek yang sama manusia mempunyai sudut pandang atau pendapat yang berbeda-beda. Kalau misalnya ada 1000 orang yang dimintai pendapatnya akan sesuatu objek, akan ada 1000 macam pandangan yang berbeda-beda. Manusia mengerti sesuatu sebatas pengertiannya sendiri dan melihat sesuatu sebatas daya lihatnya sendiri. Dia tidak bisa dan tidak mungkin bisa mengerti dan melihat sesuatu sebagaimana adanya. Jadi kebenaran yang dilihatnya dari sudut pandangnya sendiri ( yang terbatas ) itu bersifat relatif, bukan absolut ( mutlak ). Dikuasai oleh ruang dan waktu mempunyai implikasi bahwa ia tidak mahatahu ( artinya banyak hal yang tidak diketahuinya), bisa salah dan selalu berubah berganti. Pandangan manusia itu sangat terbatas karena ( tubuh ) manusia dibatasi oleh ruang dan waktu. Manusia hanya bisa berada pada satu tempat pada waktu tertentu. Indra-indra tubuh manusia tidak bisa mendeteksi sesuatu yang terlalu ekstrem. Mata manusia tidak bisa menangkap benda yang terlalu besar atau kecil, terlalu dekat atau terlalu jauh. Mata manusia juga tidak bisa menangkap gerakan yang terlalu cepat. Mata manusia hanya bisa menangkap cahaya dengan panjang gelombang dalam suatu rentang tertentu. Telinga manusia hanya dapat menangkap suara dalam rentang frekuensi tertentu. Otak manusia hanya dapat memikirkan pola-pola yang sudah dikenalnya sebelumnya. Banyak hal yang tidak atau belum diketahui manusia, dan yang tidak atau belum pernah terpikirkan. Dan ada hal-hal yang tidak akan pernah bisa terpikirkan olehnya. Jadi kebenaran mutlak yang sejati itu harus datang dari luar manusia. Adapun manusia hanya bisa mempunyai kebenaran relatif. Tidak mungkin ada kebenaran mutlak di level manusia atau yang di bawahnya. Kebenaran mutlak harus datang dari level yang lebih tinggi, dari Allah. Jadi kebenaran mutlak adalah kebenaran yang datang dari Allah yang mahabesar. Kebenaran relatif adalah kebenaran manusia dari sudut pandangnya sendiri yang terbatas terhadap kebenaran mutlak tersebut. Hanya ada satu kebenaran mutlak, yang bersifat objektif, yang dikelilingi oleh banyak kebenaran relatif yang bersifat subyektif, bagaikan matahari yang dikelilingi planet-planet. Makin dekat kebenaran relatif itu kepada kebenaran mutlak maka ia makin benar. Jadi yang relatif harus mendekati yang absolut, subyektivitas harus mengejar obyektivitas, untuk memperkecil kesenjangan di antara keduanya. Mudah-mudahan renungan singkat di atas bisa membuat kita menjadi lebih rendah hati, paling tidak sadar bahwa apapun pendirian atau pendapat kita, itu hanyalah kebenaran relatif, kebenaran dari sudut pandangnya sendiri. Karena kita cenderung melupakan hal ini, dan memutlakkan yang relatif tersebut. Orang yang memutlakan yang relatif saya sebut sebagai orang yang ‘sok mahatahu’. Orang seperti ini merasa dia memikiki kebenaran mutlak yang sebenarnya hanya milik Tuhan; inilah yang dinamakan ‘kebenaran virtual’ yaitu kebenaran relatif yang dimutlakkan. Sikap ‘sok mahatahu’ membuat kita menjadi otoriter, merasa paling benar, sombong, kasar , mudah menuduh dan menghakimi. Kita sering tidak sadar bahwa sehebat apapun penalaran kita dan seluas apapun pengetahuan kita, masih banyak hal-hal yang tidak kita ketahui. Sangat mungkin jika yang belum kita ketahui tersebut akan mengubah secara drastis semua pandangan kita yang lama, jika itu terungkap. wallahualam bisawab Disadur dari :”The Answer”

Sabtu, 12 Februari 2011

Jumat, 12 November 2010

Team Bulutangkis APSSO 2010



Senin, 11 Oktober 2010

"SABAR"

Pelajaran pertama yang paling sulit dan terpenting dalam hidup adalah "kesabaran".

Kesabaran menjadi begitu penting karena kesabaran menbuat hidup mampu memperhatikan termasuk hal-hal yang terkecil sekalipun dalam hidup ini.

Sungguh, dalam kesabaran akan mendatangkan kesadaran sehingga segalanya adalah baik dan indah.

Hanya orang sabar yang mampu sadar dan orang sadar akan mampu menjalani hidup dengan kegembiraan dan rasa syukur...

Minggu, 10 Oktober 2010

"Saat dunia kuat menekanmu hingga berlutut, kau dalam posisi sempurna utk berdoa padaNya dalam sujud..." Selamat B'juang teman....

Selasa, 28 September 2010

with friends

Calon Kepala Dinas ( Dinas Malam)

"Sales Helikopter"

Jumat, 27 Agustus 2010

Kisah Inspiratif

‎​Pagi itu klinik sangat sibuk. Sekitar jam 9:30 seorang pria berusia 70-an datang untuk membuka jahitan pada luka di ibu-jarinya. Saya menyiapkan berkasnya dan memintanya menunggu, sebab semua dokter masih sibuk, mungkin dia baru dapat ditangani setidaknya 1 jam lagi.
Sewaktu menunggu, pria tua itu nampak gelisah, sebentar-sebentar melirik ke jam tangannya. Saya merasa kasihan. Jadi ketika sedang luang saya sempatkan untuk memeriksa lukanya, dan nampaknya cukup baik dan kering, tinggal membuka jahitan dan memasang perban baru. Pekerjaan yang tidak terlalu sulit, sehingga atas persetujuan dokter, saya putuskan untuk melakukannya sendiri.
Sambil menangani lukanya, saya bertanya apakah dia punya janji lain hingga tampak terburu-buru. Lelaki tua itu menjawab tidak, dia hendak ke rumah jompo untuk makan siang bersama istrinya, seperti yang dilakukannya sehari-hari. Dia menceritakan bahwa istrinya sudah dirawat di sana sejak beberapa waktu dan istrinya mengidap penyakit Alzheimer.
Lalu saya bertanya apakah istrinya akan marah kalau dia datang terlambat.
Dia menjawab bahwa istrinya sudah tidak lagi dapat mengenalinya sejak 5 tahun terakhir. Saya sangat terkejut dan berkata, Bapak masih pergi ke sana setiap hari walaupun istri Bapak tidak kenal lagi? Dia tersenyum sambil tangannya menepuk tangan saya dan berkata, Dia memang tidak mengenali saya, tetapi saya masih mengenali dia, kan? Saya terus menahan air mata sampai kakek itu pergi, tangan saya masih tetap merinding, Cinta kasih seperti itulah yang saya mau dalam hidupku.
Cinta sesungguhnya, tidak bersifat fisik atau romantis.
Cinta sejati adalah menerima apa adanya yang terjadi saat ini, yang sudah terjadi, yang akan terjadi, dan yang tidak akan pernah terjadi.
Bagi saya pengalaman ini menyampaikan satu pesan penting: " Orang yang paling berbahagia tidaklah harus memiliki segala sesuatu yang terbaik, melainkan mereka dapat berbuat yang terbaik dengan apa yang mereka miliki... O:)◦°

Senin, 09 Agustus 2010

Final Sirnas Bali 2010




@ Kuta Beach


@ Legian & Kuta





Minggu, 08 Agustus 2010

Ayah in Bali 2010



Senin, 26 Juli 2010

dede pngen pake topi,,hehee

Rabu, 21 Juli 2010

Motivasi

Hidup adalah tanggung jawab. Tuhan pun tak kan kasihan & memberi kemudahan, rezeki, ataupun kesuksesan hanya karena melihat & mendengar kita cuma bisa mengeluh, pesimis, malas, iri, serta tidak disiplin

*dedicated for my team in PB Mutiara Bandung

Selasa, 20 Juli 2010

Karang Setra 18 Juli 2010



kaka aurel - de arvin




Jumat, 16 Juli 2010

Jalan hidup tidak selalu lurus


Ada tingkungan bernama kegagalan,
ada bundaran bernama kebingungan,
ada tanjakan bernama teman,
ada rambu-rambu bernama keluarga,
ada lampu merah bernama musuh,
ada lampu kuning bernama peluang.
Kita akan mengalami ban kempes dan pecah.

Itulah hidup...tapi.. jika kita membawa:

ban serep bernama tekad,
mesin bernama ketekunan,
asuransi bernama iman dan
kemudi bernama Tuhan

Sampailah kita di daerah yang di sebut sukses dan bahagia...

Senin, 12 Juli 2010

Hiking to the Mountain






Jumat, 09 Juli 2010

Museum Dirgantara Mandala





Museum ini terletak di ujung utara Kabupaten Bantul perbatasan dengan Kabupaten Sleman tepatnya di komplek Pangkalan Udara TNI-AU Adisucipto Yogyakarta. Museum ini banyak menampilkan sejarah kedirgantaraan bangsa Indonesia serta sejarah perkembangan angkatan udara RI pada khususnya. Selain terdapat diorama juga terdapat bermacam-macam jenis pesawat yang dipergunakan pada masa perjuangan. Beberapa model dari pesawat tersebut adalah milik tentara jepang yang digunakan oleh angkatan udara Indonesia.
Bangunan, Gedung Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala yang ditempati sekarang adalah bekas pabrik gula Wonocatur pada zaman Belanda, sedangkan pada zaman Jepang digunakan untuk gudang senjata dan hanggar pesawat terbang.
*Museum yang meninggalkan sekelumit cerita sejarah...

Recent Post